Observasi tanaman obat Indonesia

Seiring perkembangani ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi yang serba modern kekhawatiran masyarakat akan bahan dasar pembuatan obat dari bahan kimia masih saja dirasakan, banyak program-program penyuluhan pemerintah bertemakan “Back to nature” yakni dimulai dari program peduli tentang alam sekitar sampai dengan pemanfaatan bahan alam untuk obat (obat herbal) , padahal obat herbal sendiri keakuratan khasiatnya dalam pengobatan masih perlu dikaji kembali. karena belum adanya dosis atau aturan yang mengatur pemanfaatan tanaman obat ini, biasanya pemanfaatan tanaman obat ini hanya berdasarkan tradisi dari nene moyang.

dari situlha tugas seorang ahli farmasi yakni sebagai penyeimbang dan pengkaji kembali pemanfaatan bahan alam dan bahan kimia.

Melalui acara ” Observasi tanaman Obat Indonesia ” yang berlangsung tanggal 13-15 Januari 2010 ini para mahasiswa diberi pemahaman mengenai budidaya serta pemanfaatan tanaman obat , acara ini diikuti lebih dari 300 mahasiswa farmasi UHAMKA.

acara ini di awali dengan kunjungan  para mahasiswa ke BALITTRO, disana para mahasiswa di kenalkan dengan tanaman-tanaman obat,serta tatacara penyulingan untuk menghasilkan obat, hari ke-2 mahasiswa berangkat menuju gunung Gede-Pangrango, sebelumnya mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok kemudian mahasiswa diminta untuk membuat plot ukuran 10 x 10 meter dan  mengidentifikasi tanaman apa saja yg ada di plot mereka masing-masing serta mengklasifikasikannya ,mereka di ajak untuk menggali potensi tanaman obat yang berada langsung dari alam liar, acara ini dilanjutkan dengan pendakian sampai ke air terjun Cibeurem.

hari ke-3 mahasiswa mengadakan observasi di lingkungan Kebun Raya Cibodas , mahasiswa di ajak berkeliling kebun raya Cibodas untuk melengkapi data-data tanaman obat sebagai data laporan. dengan acara ini diharapkan mahasiswa farmasi kelak akan terus menggali potensi tanaman obat di Indonesia.