UHAMKA Akan Dirikan RS Herbal

Di dunia terdapat 40 ribu spesies tanaman, dan sekitar 30 ribu spesies berada di Indonesia. Dari jumlah tersebut sebanyak 9.600 diantaranya terbukti memiliki khasiat sebagai obat. Bahkan sekitar 400 spesies dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Data WHO tahun 2005 menyebutkan sebanyak 70-80 persen penduduk dunia pernah menggunakan herbal. Di Indonesia, penggunaan herbal untuk pengobatan dan  obat tradisional sudah dilakukan sejak lama.

Sayangnya, potensi pengembangan obat herbal kurang dikembangkan secara serius oleh pemerintah Indonesia. Sehingga potensi itu diambil alih oleh negara lain, terutama negara Cina yang telah lama mengembangkan tanaman obat sebagai tanaman yang bernilai tinggi. Selain itu, dunia farmasi Cina  sangat maju dibandingkan dengan negara-negara lain.

Kemajuan dunia farmasi Cina dalam mengembangkan tanaman obat ini mendorong UHAMKA untuk melakukan kerjasama dalam bidang keilmuan. Penandatanganan kerjasama ini sudah dilaksanakan pada 7–16 November 2010 lalu dengan beberapa universitas di Cina, salah satunya adalah Hubei University of Chine Medicine.

 

RS Herbal

Menurut Rektor UHAMKA, Prof Dr H Suyatno, M.Pd jalinan kerjasama dengan Hubei University of Chine Medicine ini dipertegas kembali ketika Dekan Farmasi Hubei University of Chine Medicine Fu Ping datang mengunjungi mengunjungi kampus UHAMKA Klender pada 26 Januari 2011.

Dalam sambutannya ketika menyambut kunjungan delegasi Hubei University of Chine Medicine, Suyatno menegaskan selain melakukan kerjasama dalam bidang keilmuan juga dilakukan kerjasama pendirian Rumah Sakit Herbal di Indonesia.

Pendirian RS Herbal ini sudah menjadi komitmen UHAMKA dengan Hubei University of Chine Medicine. Karena Indonesia kaya akan sepsies tumbuhan obat dan Cina kaya akan sumber daya manusia yang mampu mengolah tanaman obat. Untuk mewujudkan berdirinya RS Herbal itu, UHAMKA telah menyiapkan 2 hektar tanah.

“Kita serius akan mendirikan Rumah Saki Herbal. Insya Alah dalam waktu dekat akan diwujudkan. Ini tentunya harus kerjasama dengan Hubei University of Chine Medicine yang telah memiliki pengalaman dalam bidang tersebut,”ujar Suyatno kepada Warta UHAMKA..

Keinginan UHAMKA mendirikan RS Herbal mendapat apresiasi dari Dekan FMIPA, Drs. H. Endang Abutarya, M.Pd. Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang beriklim tropis kaya akan sumber tanaman obat.  Dan FMIPA, khususnya Farmasi sudah mengunggulkan tanaman obat asli Indonesia. Sayangnya potensi kurang diperhatikan. Oleh karenanya perlu sekali belajar kepada negeri Cina yang terkenal sebagai penghasil obat tradisional.

Menurut Endang Abutarya, kekayaan Indonesia akan tanaman obat dan keahlian Cina dalam meramu obat tradisional patut digabungkan dengan berdirinya RS Herbal di Indonesia. “Gagasan Rektor UHAMKA untuk mendirikan RS Herbal ini patut didukung dan support. Karena tren saat ini penggunaan obat herbal di kalangan masyarakat cukup tinggi. Insya Allah bila di Indonesia ada RS Herbal, maka masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat ke Cina untuk pengobatan herbal,”ujarnya. (maulana)